Senin, 18 April 2016

Jangan Pernah Install Aplikasi Android dari Developer Ini!


Pengguna android yang semakin banyak, ternyata membuat developer mengambil keuntungan, namun dalam aplikasi buatannya terselip iklan yang saangaat mengganggu. Pernahkah Android kalian timbul iklan popup secara tiba2?. Selain iklan, masalah privasi jadi sorotan developer ini. Sebenernya aplikasinya gak penting2 amat.
Agan tau kan developernya siapa?

Yup dia adalah Cheetah Mobile !

Kenapa sih Cheetah Mobile (selanjutnya dlm post ini disingkat CM) menjadi developer paling evil ?

1. Iklaaaan Everywhere
Ane tau sumber pendapatan app gratis adalah lewat iklan, dan ane masih toleransi sama iklan yang cuma banner dibawah layar dan muncul kalo kita buka appnya doang, tapi iklan popup? hell no!. Apalagi disuruh melulu install app buatan mereka, gak ada habisnya  . Bayangkan ente lagi enak youtubean, sms, chat, ngegame tiba2 muncul popup gak jelas dari mana asalnya  . Ane curiga gara2 popup ads inilah yang bikin virus timeservice dan monkey test menyebar diandroid. Selain iklan pop up ada juga iklan yang muncul lewat notification bar.   Ini juga dapat menguras batre. Ini yg kmudian CM banyak dibenci oleh pengguna android dunia karena alur bisnisnya yg buruk.
popup ads: 
Contoh popup ads


2.Privasi Data
Mana ada yang mau data hpnya dibaca oleh orang lain? Ya, mungkin itu yang dilakukan CM di aplikasinya. Lihat saja scrren shot gambar dibawah ini:

  Contoh 1: permission sebelum menginstal CM booster


 
Contoh 2: permission sebelum menginstal Clean Master


Lihat aja permissionnya, identitas ponsel? Ngapain sebuah app udah kaya mata-matain semua aktivitas ber smartphone kita? Sungguh CM merupakan dev paling evil didunia.

Selain itu, forum luar juga mengkritisi developer ini.
http://forums.androidcentral.com/........-privacy-practices.html
Mereka mengkritisi bahwa CM mengumpulkan data pribadi user, dan jika agan scroll sampe bawah, maka agan akan menemukan link2 bagus terkait si CM ini.
dan ternyata Clean Master pernah didepak dari Play Store karena masalah Privasi ini gan!
http://forums.androidcentral.com/...-privacy-concerns.html
BAHKAN PETINGGI CM BILANG BAHWA MEREKA ADALAH PERUSAHAAN PENGUMPUL DATA?
http://adexchanger.com/mobile/...next-prey-mobile-monetization/
Perhatikan bahwa CMO dari CM bilang bahwa "We are data company".
Memang google juga ngumpulin data tetapi itu wajar karena kita make OSnya, dan lebih aman drpd perusahaan CM ini.

Conclusion: bahwa jangan instal apapun aplikasi dari Cheetah Mobile, mau Clean Master, Battery Doctor, CM speed boost dan lainnya. Pada dasarnya aplikasi penghemat batre dan aplikasi booster lainnya adalah sampah, menuh2in RAM dan justru menguras batre. Aplikasi tersebut gak ada efek positifnya alias PLACEBO.

dev aplikasi lain yang jadi diduga mengandung iklan yang abusive, cara kerjanya sama dengan CM:
1. GO DEV TEAM
2. 360 Security mau lite atau biasa = iklan popup browser, biasanya dialihkan ke playstore utk download app ini
3. DU Apps = sama dengan 360
4. Apus Launcher = sama dengan 360

Solusinya Gan

A. Aplikasi alternatif pembersih cache
1. Ccleaner atau SDmaid
2. Dari setting android. Pilih Pengaturan > Penyimpanan > Tap data dalam cache.
Cara hapus cache lewat Pengaturan:
 



B. Cara membersihkan RAM sangat mudah dasarnya cuma buka task manager bawaan atau aplikasi terakhir dan close appnya.
Cara clear RAM: 
 


C. Untuk yang udah ada CM di HHnya dari sononya (pre installed) bisa di disable (nonroot) atau di uninstall/freeze aja (rooted)

D. Untuk batere, pake aja Greenify, non root / root bisa kok. Cara kerjanya dgn menghibernate apps yg gak kepake.



Sumur = androidcentral, pengalaman

Minggu, 17 April 2016

Pengalaman 10 Bulan Memakai OnePlus One

Kawan, kali ini ane akan bercerita tentang pengalaman ane memakai smartphone Android OnePlus One selama sepuluh bulan. Untuk mengetahui alasan ane memilih OnePlus One silakan ikuti Zenfone 2 VS OnePlus One, Pilihan Ane Jatuh ke OnePlus One.

OnePlus One ane akuisisi pada Juni 2015 yang lalu. Ane membeli via Lazada. Begitu OnePlus One ane terima, ane langsung upgrade OS bawaannya yaitu Cyanogen OS agar ane bisa memakai versi Android yang baru.

Kesan Memakai OnePlus One

Memakai hp android dengan RAM 3GB tentu beda dengan memakai yang hanya memiliki RAM 1GB. Kesan ane waktu baru pindah dari Lenovo S920 ke OnePlus One adalah hp bikinan Negeri Tirai Bambu OnePlus One dipakainya ngacir. Enteng banget untuk buka-buka aplikasi. Hal itu sangat wajar mengingat ane pindah dari hp dengan RAM 1GB ke RAM 3GB.

Kamera OnePlus One baik kamera utama maupun kamera depan sangat sering ane pakai. Kamera utama menurut ane kualitasnya lumayan. Kamera depan yang memiliki wide angleane nilai bagus. Hasil jepretan untuk selfie selain lebih lebar angle-nya juga kualitas gambarnya jernih. Bukan hanya untuk mengambil gambar, kamera depan pun sering ane pakai untuk merekam video kalau ane sedang narsis.

Kapasitas ROM 64GB memberi ruang penyimpanan yang sangat lega. Ane jadi bisa memasang banyak aplikasi dan tidak khawatir ruang penyimpanan segera penuh karena ane sering menggunakan kamera untuk mengambil gambar dan video.

Baterai lumayan lah. Cukup untuk menunjang aktivitas ane selama kerja. Dengan penggunaan yang cukup intensif bisa bertahan 12 - 15 jam. Kalau untuk stand by saja ane belum pernah mencoba. Hehehe, jari gatel kalau nggak oles-oles layar hp.

Untuk pengalaman bermain game ane tidak bisa memberi kesan karena ane tidak pernah bermain game di hp. Ane bukan orang yang suka main game :( 

OnePlus One Lemot

OnePlus One ane tidak selalu ngacir. Ane juga punya pengalaman OnePlus One ane lemot dan membuat jengkel. Setelah ane analisis, ane menyimpulkan bahwa aplikasi BBM yang membuat OnePlus One ane lemot. Ada lebih dari 500 kontak dan sekitar 20-an grup di BBM ane. Ane kira aplikasi BBM itu lah yang menguras RAM hp OnePlus One ane. Akhirnya, aplikasi BBM ane copot karena ane juga sudah tidak terlalu sering menggunakannya.

Benar saja, setelah aplikasi BBM ane copot, OnePlus One ane ngacir lagi.

Update OS

Cyanogen OS yang ane pakai di OnePlus sudah 3 kali memberikan update, 2 kali upgrade dan 1 kali security patch. Versi Cyanogen OS yang ane pakai bisa dilihat di gambar di bawah. Terakhir mendapat patch update via OTA pada 1 November 2015.


Oxygen OS


Untuk OnePlus 2, OnePlus tidak lagi menggunakan Cyanogen OS tetapi Oxygen OS. OnePlus One juga bisa diganti OS-nya dari Cyanogen OS ke Oxygen OS tetapi ane masih tetap memakai Cyanogen OS.